To see the other types of publications on this topic, follow the link: Interaktom.

Journal articles on the topic 'Interaktom'

Create a spot-on reference in APA, MLA, Chicago, Harvard, and other styles

Select a source type:

Consult the top 50 journal articles for your research on the topic 'Interaktom.'

Next to every source in the list of references, there is an 'Add to bibliography' button. Press on it, and we will generate automatically the bibliographic reference to the chosen work in the citation style you need: APA, MLA, Harvard, Chicago, Vancouver, etc.

You can also download the full text of the academic publication as pdf and read online its abstract whenever available in the metadata.

Browse journal articles on a wide variety of disciplines and organise your bibliography correctly.

1

Fallensky, Maryam Sarah. "PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS MACROMEDIA FLASH MATERI KEWARGAAN DIGITAL DI SMK PASIM PLUS SUKABUMI." utile: Jurnal Kependidikan 7, no. 1 (June 29, 2021): 42–49. http://dx.doi.org/10.37150/jut.v7i1.1094.

Full text
Abstract:
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif materiKewargaan Digital yang layak dan sesuai untuk peserta didik kelas X OTKP 1 SMK Pasim Plus SukabumiKelayakan dari media pembelajaran interaktif ini ditinjau dari aspek kevalidan. Metode penelitian yangdigunakan menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) yangdibatasi hanya sampai 7 tahap dari yang seharusnya 8 tahap karena kendala waktu dan biaya, tahap – tahapyaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk,revisi produk. Media pembelajaran interaktif diujicobakan di kelas X OTKP 1 SMK Pasim Plus Sukabumi.Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi media, lembar validasi materi, dan angket responpengguna. Pengguna adalah peserta didik kelas X OTKP 1 SMK Pasim Plus Sukabumi dengan jumlah 8orang peserta didik dalam uji coba kelas kecil. Kriteria kelayakan produk yang dikembangkan padapenelitian ini ditentukan dengan nilai minimal 3,7 dari skala 5 dengan kategori layak. Hasil validasi olehahli media yaitu 4,13 (sangat layak), validasi ahli materi yaitu 5 (sangat layak), dan penilaian uji coba kelaskecil dengan 8 orang peserta didik yaitu 4 (layak). Dengan begitu, media pembelajaran interaktik materiKewargaan Digital ini sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
2

Bernholt, Sascha. "Buchbesprechung: Physik Interaktiv, Biologie Interaktiv und Mathematik Interaktiv 5." CHEMKON 14, no. 2 (April 2007): 101. http://dx.doi.org/10.1002/ckon.200790024.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
3

Pravitasari, Suryanti Galuh, and Muhammad Lutfi Yulianto. "PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS (STUDI KASUS DI SDN 3 TARUBASAN KLATEN)." Profesi Pendidikan Dasar 1, no. 1 (January 8, 2018): 37. http://dx.doi.org/10.23917/ppd.v1i1.3825.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah penggunaan multimedia interaktif memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap keberhasilan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 3 Tarubasan, Klaten. Penelitian ini termasuk ke dalam kelompok Penelitian Tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilaksankan dalam lima kali pertemuan sesuai dengan jumlah materi yang harus diselesaikan pada semester genap 2015/2016. Sebelum penggunaan multimedia interaktif diberlakukan, subyek penelitian diberi sebuah pre-test untuk mengetahui bekal awal sebelum perlakuan. Nilai rata-rata dari pre-test adalah 68,7 dengan hanya 3 subyek penelitian yang sudah memenuhi batas minimal KKM yang sebesar 69. Pada akhir Siklus I diperoleh nilai rata-rata 70,7 dengan jumlah subyek yang memiliki nilai di atas KKM sebesar 61.5% dari total subyek yang diteliti. Pada Siklus II nilai rata-rata meningkat ke angka 82,6 sehingga terjadi peningkatan sebesar 11,9 point dari Siklus I ke Siklus II dan sebesar 13,9 poin. Seluruh subyek penelitian di akhir pelaksanaan Siklus II mendapat nilai yang sudah melampaui batas KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktf terbukti memberikan pengaruh yang positif terhadap keberhasilan proses pembelajaran.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
4

Worth, H., and J. Meyer. "Kardiorespiratorische Interaktion." Der Pneumologe 6, no. 6 (October 22, 2009): 369. http://dx.doi.org/10.1007/s10405-009-0324-2.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
5

Meyer, F. J., H. Wilkens, and H. Worth. "Kardiorespiratorische Interaktion." Der Pneumologe 14, no. 4 (June 8, 2017): 197. http://dx.doi.org/10.1007/s10405-017-0121-2.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
6

Erzler, Melanie. "Vielfältige Interaktion." DMW - Deutsche Medizinische Wochenschrift 141, no. 21 (October 17, 2016): 1513. http://dx.doi.org/10.1055/s-0042-118676.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
7

Ehlers, Heike. "Interaktion Schmerz." neuroreha 07, no. 01 (March 19, 2015): 40–42. http://dx.doi.org/10.1055/s-0035-1548529.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
8

Bünnigmann, Kathrin. "Interaktion erwünscht!" Jahrbuch des öffentlichen Rechts der Gegenwart. Neue Folge 62, no. 1 (2014): 259. http://dx.doi.org/10.1628/joer-2014-0013.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
9

Arthur, Antje, Axel Schunk, Christian Scholten, and Axel Schunk. "Phasendiagramme - interaktiv." Nachrichten aus der Chemie 51, no. 2 (February 2003): 169–72. http://dx.doi.org/10.1002/nadc.20030510222.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
10

Möller-Öncü, Martina. "Transkulturelle Interaktion." Die Hebamme 33, no. 02 (April 2020): 24–31. http://dx.doi.org/10.1055/a-1110-2040.

Full text
Abstract:
Schwangere aus anderen Kulturen zu betreuen und zu begleiten, ist für viele Hebammen heute ganz selbstverständlich. Und dennoch kann es dabei zu Unsicherheiten und Missverständnissen kommen. Transkulturelle Kompetenzen helfen, diese Stolpersteine zu umgehen. Die Autorin erklärt, wie sie sich erlernen und im Alltag umsetzen lassen und gibt konkrete Tipps, worauf es bei der Betreuung der Frauen und Familien ankommt. Zur Veranschaulichung nutzt sie Fallbeispiele aus ihrem Alltag als Beraterin interkultureller Teams.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
11

Putra, I. Nyoman Darma. "KIDUNG INTERAKTIF." Indonesia and the Malay World 37, no. 109 (November 2009): 249–76. http://dx.doi.org/10.1080/13639810903269276.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
12

Haake, Jörg, and Volker Wulf. "Kontextbasierte Interaktion." Informatik-Spektrum 34, no. 2 (February 15, 2011): 117–18. http://dx.doi.org/10.1007/s00287-011-0519-x.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
13

Bernholt, Sascha. "Buchbesprechung: Physik/Chemie Interaktiv 5/6, Chemie Interaktiv 7/8 und Chemie Interaktiv, Gesamtband." CHEMKON 14, no. 4 (October 2007): 201. http://dx.doi.org/10.1002/ckon.200790046.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
14

Cebrayilova, Sevinc. "The essence of the interactive teaching and its importance at foreign language lessons." SCIENTIFIC WORK 47, no. 8 (October 1, 2019): 131–33. http://dx.doi.org/10.36719/2663-4619-2019-47-8-131-133.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
15

Endah Aprilia, Mitha. "SISTEM PENGUKURAN KINERJA TERHADAP KINERJA BANK SYARIAH." Vokasi : Jurnal Riset Akuntansi 9, no. 1 (May 11, 2020): 11. http://dx.doi.org/10.23887/vjra.v9i1.24823.

Full text
Abstract:
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sistem pengukuran kinerja yang terdiri dari sistem pengukuran kinerja strategik dan pengendalian interaktif terhadap kinerja Bank Syariah. Pengumpulan data dilakukan dengan mail survey kepada 50 Bank Syariah di Jawa Timur. Dalam Pelaksanaannya, setiap pengisian kuesioner diwakili oleh manajer operasional Bank Syariah dan diolah dengan menggunakan regresi berganda. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem pengukuran kinerja yang terdiri dari sistem pengukuran kinerja strategik dan pengendalian interakti berpengaruh terhadap kinerja bank syariah. Hal ini membuktikan bahwa sistem pengukuran kinerja meningkatkan kualitas informasi manajer dalam menentukan keputusan strategi. Teori sistem pengendalian managemen menjelaskan bahwa adanya sebuah perencanaan, perumusan strategi jangka panjang akan mempengaruhi perkembangan perbankan syariah di masa yang akan datang. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan kemampuan perusahaan yang dapat diukur melalui human capital, dimana sumber daya manusia yang kompeten akan mampu meningkatkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pasar dan selalu berinovasi.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
16

Lovik, Thomas, Brigitte Herlemann, Rüdiger Mellies, and Rudiger Mellies. "Bedeutung, Fremdsprachenerwerb, Interaktion." Die Unterrichtspraxis / Teaching German 19, no. 2 (1986): 278. http://dx.doi.org/10.2307/3530730.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
17

Davis, Gabriele Wittig. "Drehort Neubrandenburg Interaktiv." CALICO Journal 16, no. 4 (November 7, 2017): 596–605. http://dx.doi.org/10.1558/cj.35018.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
18

Koekkoek, B. J., Harald Weydt, Gunda Schneider, Maximilian Scherner, and Heinz-Helmut Luger. "Partikeln und Interaktion." German Quarterly 58, no. 2 (1985): 270. http://dx.doi.org/10.2307/406996.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
19

Kummervold, Per. "Interaktiv e-helse." Tidsskrift for Den norske legeforening 129, no. 5 (2009): 399. http://dx.doi.org/10.4045/tidsskr.09.0139.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
20

Marvella, Bianca, and Andi Surya Kurnia. "GALERI SENI INTERAKTIF." Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 1, no. 2 (January 26, 2020): 929. http://dx.doi.org/10.24912/stupa.v1i2.4421.

Full text
Abstract:
Millennials are the generation that lives among advance technology. The use of digital technology is inseparable from the millennial generation. This claim are proven by how technology sink in a lot aspects of life, social aspect as one of them. Today, with digital technology, social media becomes a tool to communicate that can connect people without the limitation of time and place. Millennials, as a generation who use digital technology the most today, open themselves up by showing moments, experiences, and pleasures through art. As a form of expressing oneself, art is no longer limited to a collection of sculptures, or painting, but rather to an aesthetic moments that they can share on social media in the form of photos or videos. In Indonesia, most museums and art galleries only accommodate exhibition spaces that are limited to static object (immovable), even though they are supposedly accommodate dynamic art objects that can be used interactively with visitor galleries. Therefore, a space that can accommodate interactive art objects in the digital age is needed. By using design research methods, carried out on space through observation and exploration, the Interactive Art Gallery not only provides relevant expression space for millennial generations, but also supports direct conversion between communities through art. AbstrakGenerasi milenial merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang menjadikan mereka tech savvy (gemar teknologi). Pemakaian teknologi digital sudah sangat lekat dengan generasi milenial. Hal ini dibuktikannya dengan masuknya teknologi dalam aspek-aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek sosial. Hari ini, dengan kecanggihan teknologi digital, sosial media menjadi sebuah perangkat interaksi yang dapat mengkoneksikan orang-orang tanpa batasan waktu dan tempat. Milenial, sebagai generasi pengguna teknologi digital terbanyak saat ini, mengekspresikan diri mereka dengan cara menunjukan momen, pengalaman, dan kesukaan, salah satunya lewat seni. Sebagai wujud ekspresi diri, seni tidak lagi terbatas pada koleksi patung, atau lukisan, tetapi lebih kepada momen-momen estetik yang dapat mereka bagikan di sosial media dalam bentuk foto maupun video. Di Indonesia sendiri, kebanyakan museum dan galeri seni hanya mewadahi ruang pamer yang terbatas pada objek-objek seni statis (tidak bergerak) padahal seharusnya mulai berkembang untuk mewadahi objek seni dinamis yang dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung galeri. Oleh karena itu, dibutuhkannya sebuah ruang yang dapat mewadahi objek seni interaktif di era digital. Dengan menggunakan metode design research yang melakukan pendekatan terhadap ruang lewat observasi dan eksplorasi perilaku, Galeri Seni Interaktif dirancang dengan tujuan tidak hanya memberikan ruang ekspresi yang relevan untuk generasi milenial, tapi juga mendukung terjadinya interaksi langsung antar masyarakat sekitar melalui seni.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
21

Jørgensen, Steffen. "Metaforen som interaktion." K&K - Kultur og Klasse 22, no. 78 (April 27, 1995): 15–38. http://dx.doi.org/10.7146/kok.v22i78.20729.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
22

Schlimpert, Veronika. "Praktisch-kooperativ-interaktiv." CardioVasc 17, no. 1 (February 2017): 12–15. http://dx.doi.org/10.1007/s15027-017-1060-x.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
23

Neidhardt, Friedhelm. "Institution, Organisation, Interaktion." Leviathan 40, no. 2 (2012): 271–96. http://dx.doi.org/10.5771/0340-0425-2012-2-271.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
24

Hemmer, Markus C. "NMR-Spektroskopie interaktiv." Nachrichten aus Chemie, Technik und Laboratorium 47, no. 3 (March 1999): 334–37. http://dx.doi.org/10.1002/nadc.19990470322.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
25

Brockmeyer, Dieter. "Interaktion per Knopfdruck." Media Spectrum 31, no. 11 (November 2011): 20–23. http://dx.doi.org/10.1365/s35173-011-0159-0.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
26

Schlögl, Rudolf. "Corona in Interaktion." Geschichte und Gesellschaft 46, no. 3 (November 9, 2020): 391–403. http://dx.doi.org/10.13109/gege.2020.46.3.391.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
27

Hodeck, Kai. "Bewegend, sensibel, interaktiv." Deutsche Heilpraktiker-Zeitschrift 9, no. 08 (January 7, 2016): 12–18. http://dx.doi.org/10.1055/s-0035-1570464.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
28

Walmrath, H. D., W. Seeger, H. G. Lasch, and F. Grimminger. "Granulozyten-Endothel-Interaktion." Hämostaseologie 14, no. 01 (January 1994): 7–15. http://dx.doi.org/10.1055/s-0038-1660338.

Full text
Abstract:
ZusammenfassungDie mikrovaskuläre Granulozytenkinetik ist abhängig von Änderungen der Zellflexibilität und von der Expression intrazellulärer Adhäsionsmoleküle. Unter inflammatorischen Bedingungen kommt es zu einer direkten Kontaktaufnahme zwischen zirkulierenden Granulozyten und vaskulärem Endothel. Über interzelluläre Synthesewege entstehen Lipidmediatoren, welche den komplexen Vorgang der Extravasation stimulierter Granulozyten steuern. In der Zellmembran und in den zytoplasmatischen Granula sind Faktoren angereichert, die im Rahmen einer immunologischen Konfrontation aktiviert bzw. sezerniert werden. Sie stehen im Dienste der antimikrobiellen Verteidigung, können aber unter verschiedenen Bedingungen zu einer Bedrohung für den Organismus selbst werden. Eine Fehlsteuerung des granulozytären Destruktionspotentials gegen das vaskuläre/perivaskuläre Gewebe ist induzierbar durch bakterielle Endo- und Exotoxine, durch Anti-Granulozyten-Antikörper, durch mikrovaskulär deponierte Immunkomplexe und durch Störungen der intra- und extrazellulären Signalsysteme.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
29

Neuberger, Christoph. "Interaktivität, Interaktion, Internet." Publizistik 52, no. 1 (March 2007): 33–50. http://dx.doi.org/10.1007/s11616-007-0004-3.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
30

Berek, C., and V. T. Chu. "Plasmazellen-Eosinophile-Interaktion." Zeitschrift für Rheumatologie 72, no. 3 (March 17, 2013): 267–69. http://dx.doi.org/10.1007/s00393-012-1032-6.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
31

Schrader, Ulf, and Benjamin Diehl. "Nachhaltigkeitsmarketing durch Interaktion." Marketing Review St. Gallen 27, no. 5 (October 2010): 16–20. http://dx.doi.org/10.1007/s11621-010-0073-y.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
32

Wiegmann, Leona, Utz Schäffer, and Jürgen Weber. "IT plus Interaktion!" Controlling & Management Review 60, no. 4 (August 2016): 34–43. http://dx.doi.org/10.1007/s12176-016-0061-4.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
33

Cherneha, M., and B. Wilde. "CD154/CD40-Interaktion." Der Nephrologe 12, no. 5 (July 24, 2017): 360–62. http://dx.doi.org/10.1007/s11560-017-0180-8.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
34

Ziegler, Gudrun, Rita Franceschini, and Natascha Müller. "Spracherwerb: generativ — interaktiv." Zeitschrift für Literaturwissenschaft und Linguistik 36, no. 3 (September 2006): 5–6. http://dx.doi.org/10.1007/bf03379627.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
35

Johnson, Victoria, Christian W. Hamm, and Jörn Schmitt. "Device-Device-Interaktion." Herzschrittmachertherapie + Elektrophysiologie 30, no. 2 (April 15, 2019): 183–90. http://dx.doi.org/10.1007/s00399-019-0617-z.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
36

Zeeland, D. V. "Fertigungslogistik interaktiv planen." Zeitschrift für wirtschaftlichen Fabrikbetrieb 85, no. 6 (June 1, 1990): 317–20. http://dx.doi.org/10.1515/zwf-1990-850613.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
37

Dunitz-Scheer, Marguerite, and Peter Scheer. "Psychosomatik und Interaktion." Pädiatrie & Pädologie 56, no. 3 (June 2021): 126–29. http://dx.doi.org/10.1007/s00608-021-00895-5.

Full text
Abstract:
ZusammenfassungIn diesem kleinen Beitrag versuchen die Autoren, beide aus dem Bereich der pädiatrischen Psychosomatik kommend, ihre Erlebnisse bezüglich der Medizin, die sie bei einer Weltreise 2019 hatten, darzustellen. Dabei geht es um den Maismenschen ebenso wie um die Kraft der Göttin des Vulkans.Die Anwendung auf unseren Erlebniskreis ist schwierig und wird hier ansatzweise versucht.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
38

Madsen, Ole Jacob, Simen Andersen Øyen, and Johannes Servan. "En interaktiv type." Nytt Norsk Tidsskrift 27, no. 01-02 (May 31, 2010): 115–25. http://dx.doi.org/10.18261/issn1504-3053-2010-01-02-11.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
39

Williams, Pia, and Sonja Sheridan. "Förskollärarkompetens – Skärningspunkt i undervisningens kvalitet." BARN - Forskning om barn og barndom i Norden 36, no. 3-4 (January 8, 2019): 127–46. http://dx.doi.org/10.5324/barn.v36i3-4.2901.

Full text
Abstract:
Syftet är att analysera undervisning i förskolan. Analyserna utgår från kvalitetsbedömningar med Early Childhood Environment Rating Scale-3 (ECERS-3) (Harms, Clifford och Cryer 2014). Hög kvalitet i förskolan främjar barns lärande inom läroplanens målområden. Artikelns teoretiska ram utgörs av interaktionistiska och ekologiska teorier som innebär att individer och miljö konstruerar varandra i ett dynamiskt och ömsesidigt samspel (Bronfenbrenner 1979, 1986; Bruner 1996; Vygotsky 1986). Undervisning i förskolan definieras i texten som kommunikativ, interaktiv och relationell och behöver förstås i en samhällelig kontext. Kvalitetsbedömningar har genomförts i 153 svenska förskolor med ECERS-3. Resultaten visar att förskolans kvalitet varierar. Låg kvalitet bedöms på aktiviteter som kräver vuxnas engagemang, interaktion och kommunikation med barnen i form av undervisning. Det indikerar att förskollärares kompetens bildar en skärningspunkt för undervisningens kvalitet. Ytterligare forskning behövs för att utveckla förskolans undervisning och didaktik, vilket gynnar såväl barngruppen som enskilda barn och bidrar till en kompetenshöjning hos förskollärarna.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
40

Wolf, Eike, and Sven Thiersch. "Optimierungsparadoxien." MedienPädagogik: Zeitschrift für Theorie und Praxis der Medienbildung 42 (March 7, 2021): 1–21. http://dx.doi.org/10.21240/mpaed/42/2021.03.07.x.

Full text
Abstract:
Der Diskurs zur Integration digitaler Medien in der Schule bewegt sich aktuell zwischen Optimierungsnarrativen einerseits und deren Kritik andererseits. Der Beitrag geht der mikroperspektivischen Frage nach, wie digitale Medien im Unterricht interaktiv eingebettet sind und ob überhaupt bzw. in welcher Hinsicht sich ihr Einsatz auf die pädagogische Interaktionspraxis optimierend zeigt. Auf der Grundlage der Auswertung von Beobachtungs- und Interaktionsprotokollen aus dem Projekt «Zur sozialen Praxis digitalisierten Lernens» werden folgende typische Optimierungspraktiken des digital mediatisierten Unterrichts im Spannungsfeld von Transformation und Reproduktion systematisiert und präsentiert: die Koordination von Rederechten und Sozialformen, die Herstellung von Transparenz und individueller Sichtbarkeit und die (Selbst-)Aktivierung respektive Beteiligung von Schülerinnen und Schülern. Es wird gezeigt, dass mit den technischen Möglichkeiten der Vereinfachung und Steuerung der Unterrichtsinteraktion nicht intendierte Nebenfolgen einhergehen, die in der pädagogischen Interaktion zu bearbeiten sind. Mit dem Versuch einer «technologischen Lösung» und Modifikation unterrichtlicher Handlungsprobleme verlagert und verschärft sich die Komplexität und Kontingenz des Unterrichts und konsolidiert paradoxerweise die antinomisch verfasste Struktur pädagogischer Sozialität.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
41

Stüring, Stefan. "Mensch und Maschine interaktiv." ZWF Zeitschrift für wirtschaftlichen Fabrikbetrieb 99, no. 12 (December 18, 2004): 750–52. http://dx.doi.org/10.3139/104.100830.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
42

Santoso, Gary. "RUANG JEDA INTERAKTIF KEMBANGAN." Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 2, no. 1 (June 16, 2020): 807. http://dx.doi.org/10.24912/stupa.v2i1.6819.

Full text
Abstract:
Urban density not only affects city development but can also affect the routine of the people. Departing from this routine, a feeling of saturation and stress arises, so a break is needed. The interlude in question can be in the form of recreational facilities to get out of the hustle and bustle of urban dense. Productive groups are the most vulnerable groups experiencing saturation and stress. The space between the dense urban environment that can function as a recreational facility in an open space, which can also function as a social space in a dense urban environment, contains activities that are healthy not only physically but also mentally which are expected to help reduce stress levels. South Kembangan is one of the areas that have the highest density level in Jakarta because it is a western primary center area which means the South Kembangan area will become a center of activity, especially in the West Jakarta Region. Based on these problems, Kembangan Interactive Breathing Space is proposed with the main entertainment program which is divided into two facilities namely recreation and relaxation in response to the impact of stress generated from community routines. Recreational facilities are divided into three zones namely perform, playful and creative play zones in the form of plazas and playground areas while relaxation facilities in the form of zones containing activities to escape mental and physical fatigue such as yoga, meditation, and fitness facilities in the form of gyms and sports fields. Abstrak Kepadatan perkotaan tidak hanya mempengaruhi perkembangan kota saja tapi dapat berdampak juga pada rutinitas masyarakatnya. Berangkat dari rutinitas inilah kemudian muncul perasaan jenuh dan stres sehingga diperlukan adanya jeda. Jeda yang dimaksud dapat berupa sarana rekreasi untuk keluar dari hiruk pikuk padatnya perkotaan. Masyarakat golongan produktif menjadi golongan yang paling rentan mengalami jenuh dan stres. Ruang jeda diantara padatnya lingkungan perkotaan yang dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi yang berada di ruang terbuka, yang juga dapat berfungsi sebagai ruang sosial ditengah padatnya lingkungan perkotaan, berisi kegiatan – kegiatan yang menyehatkan tidak hanya fisik tapi juga secara mental yang diharapkan mampu membantu mengurangi tingkat stress. Kembangan selatan merupakan salah satu wilayah yang memilki tingkat kepadatan yang paling tinggi di Jakarta karena merupakan wilayah sentra primer barat yang artinya wilayah Kembangan Selatan akan menjadi pusat aktivitas terutama di Kawasan Jakarta Barat. Berdasarkan permasalahan tersebut diusulkanlah Ruang Jeda Interaktif Kembangan dengan program utama entertainment yang dibagi menjadi dua fasilitas yaitu rekreasi dan relaksasi sebagai respon terhadap dampak stress yang dihasilkan dari rutinitas masyarakat. Fasilitas rekreasi terbagi menjadi tiga zona yaitu zona perform, playful dan creative play berupa plaza dan area playground sedangkan fasilitas relaksasi berupa zona yang berisi kegiatan untuk melepaskan diri dari kelelahan mental dan fisik seperti yoga, meditasi dan fasilitas kebugaran berupa gym dan lapangan olahraga.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
43

Lambong, Arif Suhardi, and Martin Halim. "RUANG INTERAKTIF BEBAS STRES." Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 2, no. 1 (June 16, 2020): 551. http://dx.doi.org/10.24912/stupa.v2i1.6836.

Full text
Abstract:
In this time every person competes to get what is expected both in terms of material and non material, which is where most are obtained in the process of working, so that in addition to spending a lot of time at home, also spending a lot of time mostly at work, in other words the community only spends most of their time either to do activities and interact in both of these places, which has become a daily routine. With this condition, the majority of urban communities, especially the city of Jakarta, have less free time for vacations and socializing outside working hours, so this condition is one of the causes of mental health disorders in urban communities. The problem of mental health disorders in the form of stress is closely related to the community. urban, in addition to the high intensity of working in urban communities that can cause stress, as for urban problems that can trigger it ranging from family problems to congestion.In this condition, this is the task of an architect who can provide an activity room for the community by providing a third space as a solution in the form of healing of people with stress disorders, with the third space presented in the form of a building design with programs or facilities that are appropriate and appropriate to the problem stress by creating a stress relieve interactive space. AbstrakDi masa sekarang ini setiap orang berlomba lomba untuk mendapatkan apa yang diharapkan baik dari segi materil maupun non materil, yang di mana sebagian besar didapatkan dalam proses bekerja, sehingga selain menghabiskan banyak waktu di tempat tinggal, juga banyak menghabiskan waktu sebagian besar pada tempat kerja, dengan kata lain masyarakat tersebut hanya menghabiskan sebagian besar waktu mereka baik untuk beraktivitas dan berinteraksi dikedua tempat tersebut, yang dimana ini sudah menjadi rutinitas yang dijalani sehari hari. Dengan adanya kondisi tersebut membuat sebagian besar masyarakat perkotaan khususnya kota Jakarta kurang memiliki waktu luang untuk berlibur dan bersosialisasi di luar jam kerja, sehingga kondisi ini menjadi salah satu penyebab munculnya gangguan kesehatan mental pada masyarakat perkotaan, masalah gangguan kesehatan mental berupa stres ini erat kaitannya dengan masyarakat perkotaan, selain karena tingginya intensitas bekerja masyarakat perkotaan yang dapat menyebabkan munculnya stres, adapun masalah-masalah perkotaan yang dapat memicu hal tersebut mulai dari masalah keluarga hingga kemacetan. Dalam kondisi ini disinilah tugas seorang arsitek yang dimana dapat memberikan ruang aktivitas untuk masyarakat dengan memberikan ruang ketiga sebagai solusi berupa penyembuhan terhadap masyarakat dengan gangguan stres, dengan itu ruang ketiga yang dihadirkan dalam berupa desain sebuah bangunan dengan program atau fasilitas yang sesuai dan tepat terhadap masalah stres tersebut dengan menciptakan sebuah ruang interaktif bebas stres.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
44

Makmur, Stefanny. "TAMAN SELUNCUR INTERAKTIF SETIABUDI." Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) 2, no. 1 (June 16, 2020): 819. http://dx.doi.org/10.24912/stupa.v2i1.6853.

Full text
Abstract:
Duncan M. Laren and Julian Agyeman stated in their writings on 'sociocultural' which is a human nature that occurs everywhere but now society is gradually divided when it comes to public commercial knowledge and the rapidly developing economic as well as technological aspects. Various trends related to commercial matters are slowly creating destabilization and fragmentation of identity in some societies, as there are class classifications formed among them. Of the various opportunities that exist in a city, sometimes misuse that focuses on economic interest, as a result the interests of the community are ruled out because the available spaces are intended to be commercial interests that privatize public services and utilize land values by means of gentrification. A Third Place that provides a series of activities is one of the architectural responses in the development of an open society. Through the high appreciation of the community for sports and culinary as an attraction that is in accordance with the characteristics of the area, the program offered is the incorporation and development of basic activities. This project is expected to support the cultivation of skateboarding activities and similar activities such as cycling, rollerblading, and basic types of sports that can be followed by everyone, taking from the category of skating, this project promotes a dry ski program, where this program has potential in the region. Restraining the methodology of activity typology and trans-programming as well as the source of the concepts presented by Edward T. White, the project with flexible layout design creates removable dry skiing which is a dominant part of the third place program to build active communities in locations with high potential with a strong TOD system.Abstrak Duncan M. Laren dan Julian Agyeman mengatakan dalam karya penulisannya mengenai ‘sosiokultural’ yang merupakan sifat dasar manusia terjadi di mana saja namun kini semakin lama masyarakat mengalami perpecahan ketika mengenal komersial publik dan aspek ekonomi serta teknologi yang berkembang pesat. Berbagai tren yang terkait dengan hal-hal komersial perlahan menciptakan destabilisasi dan fragmentasi akan identitas pada sebagian masyarakat, maka terdapat klasifikasi kelas yang terbentuk diantaranya. Dari berbagai kesempatan yang ada dalam sebuah kota, terkadang terjadinya kesalahgunaan yang berfokuskan pada ketertarikan ekonomi, alhasil kepentingan masyarakat dikesampingkan akibat ruang-ruang yang tersedia diperuntukan menjadi commercial interest yang memprivatisasi layanan publik dan memanfaatkan value tanah dengan cara gentrifikasi. Sebuah Third place yang menyediakan serangkaian aktivitas merupakan salah satu tanggapan arsitektural dalam pembangunan masyarakat yang terbuka. Melalui apresiasi warga yang tinggi terhadap olah raga dan kuliner sebagai daya tarik yang sesuai dengan karakteristik kawasan, program yang ditawarkan ialah penggabungan dan pengembangan kegiatan dasar. Proyek ini diharapkan mendukung pembudidayaan akan kegiatan skateboard dan aktivitas serupa seperti bersepeda, sepatu roda, serta jenis olah raga basic yang dapat diikuti oleh semua orang, mengambil dari kategori olah raga seluncur, proyek ini mengangkat program dry ski, di mana program ini memiliki potensi dalam kawasan tersebut. Mengendalkan metode tipologi kegiatan dan trans-programming serta sumber konsep yang dekemukakan oleh Edward T. White, proyek dengan desain layout flexible menciptakan removable Dry ski yang menjadi bagian dominan dalam program third place untuk membangun masyarakat aktif pada lokasi yang sangat berpotensi dengan sistem TOD yang kuat.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
45

Bornmann, Lutz. "Interaktion, die keine ist." MedienJournal 25, no. 3 (May 3, 2017): 58–65. http://dx.doi.org/10.24989/medienjournal.v25i3.454.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
46

Samiha, Yulia Tri. "Interaktif dalam Pembelajaran IPS." JIP: Jurnal Ilmiah PGMI 3, no. 1 (August 30, 2017): 89–97. http://dx.doi.org/10.19109/jip.v3i1.1383.

Full text
Abstract:
Interactive learning is often known as the child's question approach. This model is designed so that students will ask questions and then find answers to their own questions. Stages in the interactive learning model consist of early knowledge preparation, exploration activities, student questions, inquiry, final knowledge and reflection. Teachers in this interactive learning process can develop effective inquiring techniques or engage in creative dialogue by asking questions to students. The nature of the question can reveal something or have inquiry properties, so through the questions asked, students are developed in their ability to think creatively of facing event.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
47

Tække, Jesper, and Michael Paulsen. "Skriftlig interaktion i skolen." Scandinavian Studies in Language 9, no. 1 (September 24, 2018): 1–23. http://dx.doi.org/10.7146/sss.v9i1.109456.

Full text
Abstract:
Artiklen omhandler, hvorvidt den nye skriftlige interaktion, kendt fra sms og sociale medier, udviser et fagligt og socialt potentiale, når det gælder undervisning. Først udvikler artiklen begrebet om skriftlig interaktion ud fra en kritisk diskussion af Niklas Luhmanns systemteoretiske kommunikationssociologi. Herefter undersøges empirisk om skriftlig interaktion gennem digitale medier kan rumme et fagligt og socialt potentiale. I artiklen argumenteres for, at undervisning hidtil primært er blevet praktiseret som mundtlig interaktion inden for klasserummets fire vægge, repræsenterende skolens omverden gennem bl.a. lærebøger. I et digitaliseret samfund bliver det imidlertid muligt at skabe undervisning, hvor undervisningsinteraktion i højere grad kan være både skriftlig og mundtlig, og dermed give flere interaktionsmuligheder end tidligere, samtidig med at en del af denne interaktion kan ske med omverden.
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
48

Schunkert, Heribert. "Interaktion mit benachbarten Fachdisziplinen." CardioVasc 12, no. 2 (April 2012): 1. http://dx.doi.org/10.1007/s15027-012-0070-y.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
49

Alter, Peter, Claus Vogelmeier, and Rudolf A. Jörres. "Interaktion Lungenüberblähung und Herzfunktion." Pneumo News 12, no. 6 (October 2020): 28–32. http://dx.doi.org/10.1007/s15033-020-1901-7.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
50

Hurni, Lorenz. "Atlas der Schweiz — interaktiv." KN - Journal of Cartography and Geographic Information 50, no. 2 (March 2000): 76–78. http://dx.doi.org/10.1007/bf03544708.

Full text
APA, Harvard, Vancouver, ISO, and other styles
We offer discounts on all premium plans for authors whose works are included in thematic literature selections. Contact us to get a unique promo code!

To the bibliography